Kultwit “Cara Mendapatkan Skor Tinggi Test TOEFL” – Day 1

Kultwit tanggal 13 Pebruari 2012 tentang “Cara Mendapatkan Skor Tinggi Test TOEFL” hari pertama (5 hari berturut – turut full membahas TOEFL)

Seperti telah disampaikan, minus speaking di IBT, ada 4 section dari tes TOEFL:

1. Listening Comprehension (50 Soal durasi 40 menit)

2. Structure and written expression (40 pertanyaan 25 menit) #KamusTOEFL

3. Reading Comprehension (50 pertanyaan 55 menit)

4. Test of Written English atau Writing (1 topik esai 30 menit) #KamusTOEFL

Oke let’s start…tips2 kultwit saya kompilasi ya dr berbagai sumber, diantaranya buku Irham Ali dll…semoga manfaat #KamusTOEFL
Persiapan2 umum menghadapi tes TOEFL

1. Model soal TOEFL adl model yg punya pola TERTENTU dan PASTI. Therefore, kenali pola2 yg tentu+pasti tsb. Kita bahas nanti. #KamusTOEFL
2. Kenali bentuk perintah (DIRECTION) dlm tes TOEFL. Latihan yg cukup akan meringankan kepanikan. Sbtlnya perintahnya itu2 saja #KamusTOEFL
3. Tema bacaan TOEFL (utamanya Listening+Reading) adlh sejarah dunia/USA. Biasakan dg bacaan sejarah tsb #KamusTOEFL plus2 #kode :)
4. Tenang dan cukup istirahat. Untuk hasil yg optimal, siapkan energi yg cukup. 3 jam wkt total kira2 #KamusTOEFL
Itu persiapan umumnya….masuk ke materi 1. Listening Comprehension ya (50 dikerjakan dlm 40 menit) #KamusTOEFL

Oh ya, meski ada wkt 40 menit, waktu menjawab berkurang jd 35 menit dikurangi dialog atau monolog di kaset (CD) ya #KamusTOEFL

1. Di Listening Section, anda akan mendengarkan paparan (Dialog/Monolog) dan pertanyaan ya. Di kertas hanya ada jawaban A,B,C,D #KamusTOEFL
2. Ingat!! PENTING!! dengarkan dengan seksama+konsentrasi karena tidak ada pengulangan dialog dan pertanyaan2nya ya #KamusTOEFL
3. Ada 3 part (bagian dalam listening) yaitu: Soal 1-30 adalah short conversation (dialog2 pendek). PERHATIKAN dg baik. FOKUS. #KamusTOEFL
4. 1-30 Part A. Nah Part B dari No 31-38 (Longer conversation) antara 2 org, lk2 dan perempuan. Masing2 percakapan 4 pertanyaan #KamusTOEFL
4. a. Part C (terakhir), No 39 sd 50. Ini pidato panjang. Kalau anda hafal bnyk sejarah atau cerita, lucky. Mungkin …….. #KamusTOEFL
4. b. Mungkin tex pidatonya ada yg anda hafal, jadi ketebak dong jawabannya. Ya kan? jika tidak, stay focus #KamusTOEFL
5. Bagi sebagian orang, Listening ini paling sukar, sebagian lagi Structure, terus Reading. Sisanya bilang sukar semuanyah :D #KamusTOEFL
6. Melihat bentuknya, kunci utama dari listening adalah….lihat dulu “possible answer” dari jawabannya. 3/4 jawaban, 1/4 soal #KamusTOEFL
7. Contoh: ini ada 4 jawaban ya A. Shoes B. Bag C. Onion D. Garlic. Tahukah anda rahasia pilihan ganda tersebut? yang tahu sila #KamusTOEFL
8. Oke gini rahasianya. A dan B itu sejenis (Shoes+Bag yaitu aksesoris), sedang C dan D juga sejenis (Onion+Garlic yaitu bumbu) #KamusTOEFL
9. Ketika dipersempit, ingat2 temanya berhubungan dg apa. Kalau dapur, jwbn A+B coret.Kalau sekolah jwbn C+D coret. Persempit. #KamusTOEFL
9.a. Ini teknik namanya Odd One Out. Yang paling beda bisa jadi jawabannya. Begitu maksudnya. Contoh lagi ya… #KamusTOEFL
10. Terdapat jawaban2: A. Sandwich B. Breakfast C. Supper D. Dinner. Dimungkinkan jawaban dari nomor ini adalah….. (jawab) #KamusTOEFL
11. Karena 3/4 di jawaban 1/4 di soal (liat TL sebelumnya), gunakan waktu yg ada untuk memahami JAWABAN-JAWABAN dg teliti. #KamusTOEFL
12. Bacalah pilihan2 jawaban soal sebanyak mungkin saat narrator sedang membacakan direction…. nah tipsnya….. #KamusTOEFL
13. Anda harus sudah hapal dulu Directiionnya jauh2 hari. Direction itu sama2 saja dimanapun tes TOEFL. Thus, tdk perlu didengar #KamusTOEFL
14. Thus, direction itu harusnya sudah dihafal agar menghemat waktu. Instead mndengar direction, bacalah pilihan2 jawaban. Ngono #KamusTOEFL
15. Teknik berikutnya….saya namakan “Tematik”. Ini lebih ke pemahaman teksnya dengan melihat konteks jawabannya….contoh… #KamusTOEFL
15. Contoh “tematik”. Di(lagi2) pilihan ada: A. Winter B. Fall C. Spring D. Summer. Jawab lagi, kira2 tema percakapannya apa ya? #KamusTOEFL
Thus…tema dari nomor 15 tadi adalah: Season atau musim. Nah kan….ini maksud saya banyak baca di TL sebelumnya #KamusTOEFL
Jika sehari sebelumnya anda baru saja baca tentang Musim di Amerika, tentu lebih gampang memahami jawabanya #KamusTOEFL
Dengan mengetahui tema, akan makin mudah mencari jawabannya yang pas #KamusTOEFL
Maksudnya, pusatkan fikiran anda seputar tema/topic tadi selagi mendengarkan paparan Narrator #KamusTOEFL
sebagai penutup, dlm teknik “TEMATIK” jika menemui jawaban yang panjang, misalnya: A. A course where professor lectures #KamusTOEFL
Yang perlu anda ketahui adalah kata kuncinya yaitu “Course, professor, lecture”. Tema narrator adalah kehidupan kampus #KamusTOEFL
FYI, tema kampus (professor, student) dan sejarah itu banyak sekali diceritakan. Ada baiknya baca2 dialog professor-mahasiswa #KamusTOEFL
Selain itu, byk pula tema sejarah masa lampau jaman industri dan penemuan. itu juga a must-read. Kalaupun tdk keluar, it’s oke #KamusTOEFL

Q and A
Pertanyaan @ivanprakasa : model soal Toefl apa = IELTS? Umumnya ujian ttg bahasa itu apa polanya sama semua seperti itu? #KamusTOEFL

Jawab u/ @ivanprakasa: Tngkat kesulitan IELTS lebih terasa. Itu yg pernah saya derita. hehe. Saya pernah mengajar TOEFL jg IELTS #KamusTOEFL
IELTS lebih…textual yah. Yang diteskan lebih spesifik terkait dg tujuan si peserta. Jika mhsiswa S1/S2, temanya kampus #KamusTOEFL
Jika untuk resident (penduduk) dg tujuan General (umum) temanya kehidupan sosial #KamusTOEFL
Beda dg TOEFL yang lebih umum untuk siapa saja #KamusTOEFL
Untuk tips dg bahasa lain, mungkin agak beda ya. Kecuali pola pengujiannya sama (Listening, Structure dst). cc: @ivanprakasa

Ask #2: Yg Institusional itu bisa buat ke luar ga mas? #KamusTOEFL” cc: @taufikprayoga

Jawaban u/ Mas @taufikprayoga: tergantung permintaan. Beda – beda soalnya. Ada yang bisa ada yang tidak. Tanya saja lebih dulu #KamusTOEFL

RT Last question from Masbro @didihardia na : kalo bedanya sm TOEIC bro?

Jawaban untuk Masbro @didihardiana : TOEIC (Test of English for International Communication) itu beda dg TOEFL di… #KamusTOEFL
1. Scoringnya. TOEIC sd 990, TOEFL 675. Basic TOEFL itu umum, sedangkan TOEIC untuk bisnis. Sertifikatnya ada penanda #KamusTOEFL
2. Penanda warna berdasarkan skor di TOEIC dr yang terendah: Orange, Brown, Green, Blue, Gold. Demikian sekilas #KamusTOEFL

Demikian semoga manfaat. Sila follow: @TanyaMister or @Lutfiel

Kultwit: Common Mistakes in English 10-02-2012

1. #Commonmistakes seringkali terjadi karena kekurangtelitian atau salah informasi belaka. Umumnya dalam hal penulisan lantaran ada beda
2. Contoh paling umum dan sering anda dengar adalah: Advice VS Advise, How do you do? VS How are you, Beside dan Besides #Commonmistakes
3. Dari awal ya…Advice itu kata benda. Ex: Thanks for your Advice. yang diingat, yang berakhiran -ice di sini adalah kata benda, bukan Verb
4. Next, Beside VS Besides.Ex: Stay beside me. He is a Doctor, besides a housewife. Beside=posisi, besides=juga #CommonMistakes
5. How do you do? VS How are you?. Umumnya, How do you do? digunakan saat pertama kali bertemu, sedang How are you tidak #Commonmistakes
6. Loose VS Lose. Yang sering main PS harusnya tahu ya :) . Loose=longgar, Lose=kalah. You are lose #Commonmistakes
6a. Contoh lagi: I don’t want to lose you, dan bukan: I don’t want to loose you #Commonmistakes
8. Contoh percakapan: A: “Do you like to eat lunch with us today?”
B: “Yeah, sure. Where do you go?” …apakah sudah benar? #CommonMistakes
8c. Atau jika ingin lebih informal tetap  menggunakan “Do you…?”: : “Do you want to eat lunch with us today?” #CommonMistakes
9. Bhs Inggris, kalimat “Do you like to…” bukanlah request form atau kalimat permintaan. Ajakan menggunakan “Would you…” #CommonMistakes
10. “I would prefer to study by my own rather than study with others.” yang benar adalah ………………… #CommonMistakes
10a. “I would prefer to study on my own/by myself rather than study with others.” Jadi bukan by my own (on my own/by myself) #CommonMistakes
11. Saat menyampaikan pendapat, biasanya mengatakan “In my opinion atau netter banyak memakai IMHO” #CommonMistakes ..see sample
11a. “In my point of view, we should propose this idea…”. Yg ini kurang tepat. yang benar adalah… “In my view…” #CommonMistakes
11b. …atau “From my point of view, we should propose this idea” bukan “in my point of view” #CommonMistakes
12. Kembali ke kata per kata ya…next: Personal VS Personnel. Ex: Personal itu privat, sedangkan personnel adl Personalia #CommonMistakes
14. Almost. Umumnya almost, diletakkan di depan modifier seperti “He donates almost a million dollar”. #CommonMistakes
14a. Tentu saja beda dengan “He almost donates a million dollar”. Yang ini artinya hampir, tp nggak jadi (Salah) #CommonMistakes
Okey Tweeps, waktu jualah memisahkan kita. Sudah hampir jam 2…disudahi dulu yah, nanti kita sambung lagi hari senin jam 1 #CommonMistakes

Follow my twitter: @tanyamister or @Lutfiel

Kultwit: British English VS US English 09 Peb 2012

Berikut ini kultwit tentang perbedaan British dan US English. Beberapa nomor hilang, saya juga  kurang tahu 

After a while mate …..there would be great kultwit about British vs American english…. Hashtag is #BritishvsUSEnglish ..panjang ya
. Seperti twit pembuka pagi tadi (jika melihat), tidak ada yang sangat signifikan dari perbedaan British English vs US English. 22nya diaku
Hanya kalau lebih detil, karena bahasa itu erat kaitannya dengan budaya, bisa membuat kita lebih mudah berkomunikasi… #britishUSenglish
Agar hashtag tidak terlalu panjang, kita ganti ya dengan #britishUSenglish
Yang akan kita sampaikan adalah Vocabulary, atau kosa kata ya. Ini cukup banyak perbedaan dan istilahnya. Selain dialek #britishUSenglish
Misalnya…kata “On”,o/ American speaker dieja “On”, tapi oleh lidah British dieja “an” seperti anda bilang “an” pada anak #britishUSenglish
Sedangkan pada kata “Month”, lidah british mengucap “Month” spt adanya dengan huruf ‘O’ dan lidah diapit/menutup bibir #britishUSenglish
Sedangkan American English mengucap “Month” dengan “Manth” ….. dengan posisi lidah yg sama (diapit menutup bibir) #britishUSenglish
Oke kita mulai ya tweeps…ada 40an kata yang akan saya berikan+contohnya kalau tidak terlalu panjang. Takut flooding :) #britishUSenglish
1. (British English) Aerial VS Antenna (US English). Cukup banyak bedanya ya. Ex: Dad is fixing the aerial now… :) #britishUSenglish
1a.Contoh lebih pas: I have just bought TV aerial (antenna) = Saya baru saja membeli antena TV .. #britishUSenglish
2. (British) Angry VS Mad (US). Ex:ample The girl was angry after she found her husband was cheating on her #britishUSenglish
5. (British) Bank Note VS Bill (US). His day job was simply a way of paying the bills (Bank Note) #britishUSenglish
7. (British) Biscuit VS Cookie (US). So jangan salah ya.Tidak perlu marah – marah kalau pesan Biscuit dikasihnya Cookie :p #britishUSenglish
8. (British) Boot VS Trunk (US). Ini juga potensi berantem ada. Coba search di kamus..Boot=sepatu boot trunk=batang pohon #britishUSenglish
9a. Caretaker (pengurus) sering dipakai formal di Indonesia. US kira2=Janitor. Pasti sering lihat tulisan ini di kantor/RS #britishUSenglish
11. (British) The Cinema VS The Movie (US). A= Let’s go to the cinema! B=NO! (angrily). Just take me to the movie.. :p #britishUSenglish
12a. Ternyata dia minta penghapus (rubber) sedangkan di US, rubber=kondom. nih linknya: http://bola.kompas.com/read/2012/01/22/21065637/Anak.Beckham.Minta.Kondom #britishUSenglish
13. (British) Cooker VS Stove (US). Artinya kompor. A:I need a cooker B: Sorry, I just have a stove X_X #britishUSenglish
14. (British) Crash VS Wreck (US). I saw a car crash/wreck. Itu contoh simpelnya #britishUSenglish
15. (British) Crossroads VS Intersection (US). Artinya perempatan. Please be careful in the crossroads/intersection #britishUSenglish
16. (British) Curtain VS Drapes. Quality drapes=quality curtain. Versi Indonesia dirubah lagi menjadi Gorden (Gordyn) :) #britishUSenglish
18. (British) Dust Man VS Garbage Collector (US). Saya kurang tahu kalau “Debt Collector” itu masuk British apa US?HELP :D #britishUSenglish
20. (British) Flat VS Apartment VS (US). Makin kentara ya…mayoritas di kita, serapan dan istilahnya pakai mana?? US #britishUSenglish
Naah….itu dulu ya tweeps..udah sejam nih. Targetnya 40 kata sih, apa daya, waktunya sudah over, eh time up maksudnya #britishUSenglish

Follow my twitter: @Lutfiel atau @tanyamister

Kultwit Apa dan Bagaimana TOEFL #ADBTOEFL 8 Peb 2012

Kata salah seorang mentor saya (gelarnya BSc, MEd, TESOL), mengajar General English itu lebih mudah daripada mengajar ESP (IELTS, TOEFL etc). Karena mengajarnya juga lebih mudah, mungkin…..mungkin belajarnya juga lebih mudah… Mungkin ya.
General English ini Umum, yang banyakan orang ingin kuasai spt speaking…Kalau ESP, lebih spesifik ke disiplin tertentu. Misal: English for Doctor….Oh ya, TOEFL ini mulai “agak” populer dan dibicarakan di mana – mana saat Menteri Perdagangan yg baru (Bpk Gita W) wajibkan TOEFL #ADBTOEFL.
Sebenarnya “cool” banget sih, keren kalau Mendag membuat aturan tsb. Apalagi nilai minimalnya konon 600!! Wowww.. #ADBTOEFL
Insya Alloh nanti akan tahu, berapa sih rata – rata kemampuan nilai TOEFL orang Indonesia, apalagi PNS S1 maupun S2, S3 sekalipun #ADBTOEFL

Okey..let’s start.. nomor 1. TOEFL itu kepanjangannya Test Of English as a Foreign Language . Kalau teliti, ini ada kata “Foreign” #ADBTOEFL
2. Artinya, TOEFL adlh Tes Bahasa Inggris sbgai penunjuk tingkat kemampuan Bahasa Inggris seseorang, lisan dan tulisan #ADBTOEFL
3. Sebetulnya, tes uji kemahiran spt inipun ada dlm bahasa kita. Belum banyak yang tahu kan? #ADBTOEFL
4. Bahasa memang sgt erat kaitannya dg penghargaan sebuah bangsa (sebetulnya). Krn itu juga TOEFL ada #ADBTOEFL
5. FYI, dalam Bahasa Indonesia, ada yang namanya UKBI alias Uji Kemahiran Bahasa Indonesia…. Hayoo sudahkah anda bersertifikat? #ADBTOEFL
6. Mungkin juga bahasa lain ada. Tapi karena perannya sedikit dalam pergaulan internasional, tdk banyk pengaruhnya #ADBTOEFL
7. Sejarah TOEFL. TOEFL ini 100% made in Amerika. Faktanya begitu. Sejarahnya terbentang dari zaman Great Depression, sd PD II #ADBTOEFL
8. Setelah kemenangan sekutu atas Jepang, nyaris tdk ada perang. US menang dan mengalami surplus luar biasa (1946-1964) #ADBTOEFL
9. Generasi yg lahir masa tahun itu (1946-1964) disebut Baby Boomers. Check di google. Generasi tsb diantaranya: Bush, Clinton #ADBTOEFL
10. Itu Generasi TOP krn dilahirkan pada masa kesejahteraan yg luar biasa. Nah, pada masa itulah mulai lahir TOEFL. #ADBTOEFL
11. Generasi pd masa tsb berfikir, bagaimana tetap bisa “menjajah” dunia, tp bkn dg senjata, yaitu pendidikan maka lahir TOEFL #ADBTOEFL
12. Itu sejarah sekilasnya. Debatable mslh politiknya, tp boleh dicek di google istilah2 yg td disebut #ADBTOEFL
13. Tujuan Test Toefl. Ada 2 7annya yaitu: General dan Akademik. General ini u/ job dst dan Akademik untk sekolah (kuliah) #ADBTOEFL
14. Trkait tujuan general, bnyk prshaan yg mewajibkan sertifikat toefl sejak dulu. Skrg salah 1nya Depdag (kalau jadi) #ADBTOEFL
15. Tujuannya sebetulnya bagus, untuk standardisasi ya kemampuan dlm bhs Inggris. Hanya memang harus realistis juga #ADBTOEFL
16. Untk Akademik, ini bertujuan sama: standardisasi. Di RI, biasanya mulai S2. Tp di US atau Eropa, mulai S1 #ADBTOEFL
17. Sistem penilaian tes mnggnakan konversi.Ada angka2 bakunya. konversi grammar paling tinggi. Kalo mau tinggi, fokus di sini #ADBTOEFL
18. Misal di grammar ada 25 soal. Yg benar 20. Maka dilihat ke tabel, konversi 20 benar di Grammar berapa. Itu contohnya #ADBTOEFL
19. Oh ya, ada 4 tes section (dulu 3 cukup) yaitu: Listening, Structure (Grammar), Reading dan Speaking #ADBTOEFL
20. Range nilai TOEFL kira2 terendah 300 tertinggi 675. Semua multiple choice #ADBTOEFL
21. Untuk S1 biasanya standarnya (di Indonesia dan negara non English-Speaking) itu 450 – 500. S2 mulai 550 #ADBTOEFL
22. Dan…rata2 Sarjana atau S2 deh di Indonesia, sepanjang yg saya tahu itu tidak lebih dari 475 nilainya #ADBTOEFL
23. S1 atau S2 dapat nilai TOEFL 500 itu sudah wah… Nah tadi Mendag mensyaratkan berapa? 600! Woww #ADBTOEFL
24. Nilai Toefl 600 itu sangat bagus, above the average. 11nya siswa saya yg dpt segitu wkt pre-test, sblmnya di US 8 th #ADBTOEFL
25. Sisi positifnya ya, kalau dipaksakan, para staf Mendag akan bisa bahasa inggris dg lancar #ADBTOEFL
26. Sayangnya kan acuannya paper (sertifikat). Jadi bisa ngarbit. #ADBTOEFL
27. Nilai TOEFL lulusan sastra Inggris juga belum tentu tinggi. Ada unsur latihannya. Apalagi yg tes resmi #ADBTOEFL
28. Krn itu nggak perlu risau. Yg nggak dari Sastra Inggrispun bisa. asal mau latihan#ADBTOEFL
29. Sertifikat. Ada 2 jenis: resmi dan institusional. Resmi ini dari lembaga Toefl dunia. Dulu adanya di Menara Imperium. #ADBTOEFL
30. Yg resmi ini jadwalnya pake USD, jdwl 1 bln 2x,tdk ada pengulangan. nggak ada katrolan nilai #ADBTOEFL
31. Bnyk yg jeblok di sini. Mgkn grogi krn benar2 pro. Nggak ada contek2an. Real test #ADBTOEFL
32. Itu sering disyaratkan kampus tertentu di LN atau Perusahaan tertentu. Tp ada yg ke2: Institusional. #ADBTOEFL
33. Cenderung lbh mudah. Dibuat oleh institusi lokal saja. Yg mana saja selama ada izin diknasnya. Tp jadinya semacam: Prediction #ADBTOEFL
34. Pernah denger “Prediction Test” bukan? Nah kira2 spt itu lah kalau institusional. Di RI, mayoritas pake ini #ADBTOEFL
35. Kebanyakan, bisa dikatrol. Dipesan nilainya. Apalagi pas Tes Masuk PNS. Jadi bisnis deh. #ADBTOEFL
36. Orang jd kebanyakan mengejar sertifikatnya, bukan kemampuannya. Problem juga sih ya #ADBTOEFL
37. Terakhir. Biaya. Kalau yang resmi, tes nya saja lumayan. 200r saja sudah 200 USD. No remedial. Skrg pasti lbh mhl #ADBTOEF
38. Kalau institusional, 200rb-500rb. Mgkn lebih murah trgantung lembaganya #ADBTOEFL
39. Untuk anda yg sama sekali belum pernah ambil tes ini, dan harus segera ambil, don’t worry. 1x diterangkan nanti tahu teknisnya @ADBTOEFL
40. Baiknya ambil Preparation Test. Nanti teknis preparation testnya kita ngobrol2 lagi besok-besok ya. Ada waktu bukan? #ADBTOEFL
41. Preparation test ini bisa sampai 2 bulanan lah karena bahas 1 1 soalnya. Padahal total soal ada sekitar 180an. pegel bukan? #ADBTOEFL
42. Pelaksanaan testnya saja hampir 3 jaman non stop. Kalau yang resmi, straight, non stop. jadi memang harus prepare #ADBTOEFL
43. Kebanyakan skor jeblok karena persiapan ini. Sebab memang lelah bener. Apalagi sambil emosi ingat atasan..hehe. Becanda. #ADBTOEFL
44. Tenang saja, lain kali kita ngobrol2 lagi tentang Tips dan Trick nya untuk mensiasati Test Toefl….#ADBTOEFL
45. Lain kali kita ngobrol lagi tentang preparation atau tips and trick tes toefl. Thanks, selamat siang semuah, wassalam #ADBTOEFL

Follow akun twitter: @Lutfiel atau @TanyaMister

Bahasa Inggris di Kursus dan di Sekolah, Berbedakah?

Sebagian kita mungkin beranggapan biasa – biasa saja. Tapi seharusnya kita tahu ada perbedaan yang cukup kentara antara belajar belajar bahasa inggris di sekolah dan di tempat kursus di luar sekolah…

Inilah perbedaan utama bahasa inggris yang diajarkan di sekolah dan di tempat kursus:

1.Jumlah siswa dan waktu belajar
Biasanya di sekolah – sekolah umum, rata – rata jumlah siswa perkelasnya 40 anak. Jika satu kali jam pelajaran adalah 45 menit, dalam dua kali 1 jam mata pelajaran, siswa memiliki waktu 90 menit. Nah, jika jumlah siswa perkelasnya adalah 40, dalam satu tatap muka, siswa hanya memiliki waktu tidak lebih dari 2,5 menit untuk berbicara langsung. Padahal, salah satu komponen pembelajaran yang efektif adalah interaksi pengajar dengan siswa. Dengan belajar bahasa inggris 2,5 menit, hasil maksimal seperti apa yang dijanjikan?
Bandingkan dengan kursus yang 1 kelasnya hanya terdiri dari 6 sampai 10 siswa, Dengan lama pengajaran yang sama, anak – anak mendapatkan perhatian dan memiliki kesempatan berinteraksi dengan gurunya selama kurang lebih 10 menit. Memang betul masih ada lembaga kursus yang jumlah siswa perkelasnya masih lebih dari itu. Jika itu terjadi, carilah lembaga yang lebih kompeten dan berkualitas.

2.Fokus
Ada lebih dari 15 pelajaran sekolah yang dipelajari di sekolah. Hal ini membawa pengaruh terhadap persiapan anak. Akibatnya, seringkali anak merasa lelah dan tidak bisa konsentrasi. Bagaimana dengan kursus? Hanya ada 1, tentu anak akan lebih siap.

3. Fasilitas
Apa fasilitas sekolah anak? Lembaga kursus biasanya menjadi tempat yang sangat nyaman. Ruang ber Ac, dengan pengharum ruangan dan sangat bersih, serta berkarpet. Tentu sangat nyaman untuk belajar. Beberapa lembaga pendidikan memiliki Laboratorium khusus Bahasa Inggris sebagai penunjang. Jikapun sekolah menyediakan, coba tanyakan kepada putra –putri anda,berapa kali mereka diajak menggunakan Lab dalam seminggunya?Sebab beberapa sekolah hanya menjadikan fasilitas tersebut sebagai pelengkap etalase. Di lembaga kursus, biasanya digunakan setiap 5 kali pertemuan.

4. Metode
Metode pengajaran sekolah biasanya sangat monoton, dan sangat terorientasi kepada nilai di atas kertas, pembahasan materi lebih kepada grammar. Karenanya, pengajaran seringkali terasa sangat monoton dan tidak bisa diterima sepenuhnya oleh anak. Beda halnya dengan lembaga kursus yang berorientasi kepada skill atau cara penggunaannya. Dengan metode ini, lembaga kursus biasanya mengajari anak berlatih percakapan.

Nah, sekarang semuanya menjadi pilihan kita. Kesimpulannya, selama pendidikan formal kita masih berorientasi kepada nilai di atas kertas, dan menomorduakan skill pada penanaman pendidikan sejak dini, maka alangkah baiknya menyertakan lembaga kursus dalam road map rencana kesuskesan putra – putri kita……

Follow twitter: @tanyamister

Sertifikat dan Sertifikasi TOEFL

Suatu waktu, kira – kira bulan mei 2004, saya ditunjuk oleh mentor saya untuk menggantikan jam mengajar yang bersangkutan sebgai dosen di kampus STIE IPWIJA di wilayah tebet.

Dalam sesi pengajran itu seharusnya saya membawakan Business English, namun para mahasiswa mengajukan pertanyaan tentang TOEFL dan IELTS (ESP) ketika secar atidak sengaja saya menyinggungnya. Diantara beberapa pertanyaannya adalah:

Apa yang dimaksud dengan TOEFL, TOEIC, IELTS dan ESP?
Apa fungsi sertifikatnya?
Bagaimana cara mendapatkan sertifikatnya?
Apakah saya bisa mendapatkan sertifikatnya di lembaga tertentu?

Berikut ini adalah jawabannya:

TOEFL adalah akronim dari Test Of English as a Foreign Language,TOEIC adalah akronim dari Test Of English as an International Communication, ILETS adalah akronim dari International Language of English Testing System, ESP adalah akronim dari English for Specific Purposes.

TOEFL merupakan portofolio kemampuan bahasa inggris seseorang secara umum berdasarkan standar US English.

TOEIC merupakan portofolio kemampuan bahasa inggris seseorang secara umum berdasarkan standar Business English (Ekonomi)

ILETS merupakan portofolio kemampuan bahasa inggris seseorang secara umum berdasarkan standar Negara – Negara persemakmuran Inggris

ESP adalah jenis ilmu bahasa inggris yang memiliki tujuan khusus. Dalam bahasa inggris, dikenal dua jenis pengajaran yaitu:

1. General English         : Meliputi percakapan, grammar tanpa difokuskan kepada salah satu ilmu lain seperti istilah – istilah kedokteran dsb.

2. ESP                         :  Membahas Bahasa Inggris untuk tujuan khusus.

Jadi, TOEFL TOEIC IELTS merupakan bagian dari ESP, sedangkan Conversation merupakan bagian dari General English.

Fungsi sertifikat ESP

Sebelumnya perlu dibedakan pengertian sertifikat dan sertifikasi. Hal ini perlu diketahui karena lembaga TOEFL dunia tidak serta merta memperbolehkan lembaga – lembaga pendidikan sejenis mengeluarkan sertifikat. Lembaga TOEFL dunia menunjuk lembaga tertentu secara resmi untuk mengeluarkan sertifikat yang diakui dunia.

Sertifikat adalah portofolionya, atau keterangan seseorang yang telah melakukan test TOEFL di lembaga penyelenggara test yang ditunjuk oleh lembaga TOEFL dunia. Thus, tidak semua lembaga bisa mengeluarkan sertifikat TOEFL. Di Indonesia, Authorized – nya ada di Menara Imperium. Testnya sendiri diadakan 2 kali sebulan dan pembayarannya menggunakan dollar. Tahun 2004, biayanya adalah U$125. Sertifikat ini diakui dan bisa digunakan secara internasional untuk tujuan akademis maupun umum.

Sertifikasi adalah keterangan dari sebuah lembaga pendidikan biasa yang tidak mendapat penunjukan dari lembaga TOEFL dunia bahwa yang bersangkutan telah melaksanakan test TOEFL di lembaganya. Sertifikasi tidak lebih digunakan sebagai gambaran perkiraan kemampuan bahasa Inggis seseorang atau seringkali disebut dengan TOEFL Prediction Test. Sertifikasi ini bisa juga digunakan, namun biasanya perusahaan atau institusi internasional akan meminta sertifikat resmi.

Jawaban nomor 3 dan 4

Seperti dikatakan, sertifikat TOEFL resmi bisa didapatkan dengan mengikuti test TOEFLyang diselenggarakan di Menara Imperium. Biasanya diadakan dua kali sebulan pada minggu pertama dan ketiga. Yang perlu diketahui adalah, pelaksanaan test di sini dilakukan secara professional dan terpusat dari lembaga TOEFL dunia. Jadi, dari beberapa case yang saya tahu, peserta biasanya mengalami kesulitan atau tekanan tersendiri jika tidak memiliki persiapan yang mencukupi. Saya pernah mengangani seorang siswa dari sebuah SMU swasta favourite di Tangerang yang akan meneruskan studi di luar negeri. Pada test prediksi pertama, ia mampu mendapatkan nilai 520 dari 500 yang ditargetkan. Namun ketika ditest secara resmi di Menara Imperium, dia medapatkan 460. Untuk itu, patut dipertimbangkan mempersiapkan segala sesuatu termasuk mengikuti TOEFL Prepartion di lemabaga – lembaga bahasa inggris dengan baik sebelum mengikuti test resmi.

Sedangkan untuk sertifikasi, kita bisa mendapatkan di lembaga – lembaga bahasa inggris yang menyediakannya. Biasanya, lembaga tersebut mengadakan TOEFL Predictionnya, tetapi ada juga yang hanya menyelenggarakan testnya. Biaya prediction umumnya berkisar antara 2 sampai 4 juta untuk satu kali bimbingan sekitar 20 kali pertemuan. Sedangkan biaya test sertifikasinya hanya berkisar anatara Rp 500.000,-

Silahkan di share ya……

Tentang TOEFL

Pengertian

TOEFL merupakan singkatan dari Test Of English as a Foreign Language.
TOEFL adalah absolutely American Product, merupakan standardisasi
Internasional kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de
jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan
Reading.

Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang
benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.

Tujuan Test TOEFL

TOEFL memiliki dua tujuan umum yaitu: Academic dan General. Dalam bentuk
yang sama, sertifikasi rekomendasi TOEFL bisa gunakan untuk kedua hal
tadi.

Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian
atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun
di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550.
sedangkan untuk S1 adalah 500

General pada umumnya digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat
atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris
karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL
minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.

Sepanjang yang saya temui, kisaran nilai TOEFL rata – rata orang
indonesia dengan jenjang pendidikan minimal S1 sangat fluktuatif. Bahkan
ada beberapa yang tidak mengetahui apa dan untuk apa itu TOEFL (mereka
membaca dengan : “tufl”). Tidak demikian dengan para pengambil
jurusan bahasa inggris semasa kuliah. Minimal mereka tahu, apa itu
TOEFL. Meski demikian, nilai TOEFL seorang mahasiswa atau lulusan
jurusan bahasa inggris sekalipun tidak menjamin tinggi. Pada beberapa
kali case recruiment, saya mendapati beberapa applicant mendapatkan
nilai TOEFL 300, padahal di lamarannya, yang bersangkutan adalah alumni
sebuah ABA (Akademi Bahasa Asing).

Sedangkan secara umum, fluktuasi nilai TOEFL rata – ratanya berkisar
antara 300 sampai 600.

Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris
seseorang?

Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking,
conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4
skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran) ,
Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading
(pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu
mengucapkannya) .

Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari
penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang
beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan
tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal
ketemu.

Contohnya:

John : Would you drive me to the hospital?

Us : Better go now….

Dari makna pembicaraan, ucapan tersebut memiliki pengertian. Tetapi kita
juga tahu, kualitas seseorang diketahui dari caranya berbicara, terlebih
penggunaan diksinya (pilihan kata).
Nantikan artikel selanjutnya: 4 main skills in English….

Reading Understanding

The text below may be bore you. It’s OK anyway. What we want you to do is just: READ. Read loudly first, then read again. The third time, read it silently. Then try to re-tell to someone about this story. It will show how good you master the reading text.

The Winepress

by Josef Essberger

The Winepress”You don’t have to be French to enjoy a decent red wine,” Charles Jousselin de Gruse used to tell his foreign guests whenever he entertained them in Paris. “But you do have to be French to recognize one,” he would add with a laugh.

After a lifetime in the French diplomatic corps, the Count de Gruse lived with his wife in an elegant townhouse on Quai Voltaire. He was a likeable man, cultivated of course, with a well deserved reputation as a generous host and an amusing raconteur.

This evening’s guests were all European and all equally convinced that immigration was at the root of Europe’s problems. Charles de Gruse said nothing. He had always concealed his contempt for such ideas. And, in any case, he had never much cared for these particular guests.

The first of the red Bordeaux was being served with the veal, and one of the guests turned to de Gruse.

“Come on, Charles, it’s simple arithmetic. Nothing to do with race or colour. You must’ve had bags of experience of this sort of thing. What d’you say?”

“Yes, General. Bags!”

Without another word, de Gruse picked up his glass and introduced his bulbous, winey nose. After a moment he looked up with watery eyes.

“A truly full-bodied Bordeaux,” he said warmly, “a wine among wines.”

The four guests held their glasses to the light and studied their blood-red contents. They all agreed that it was the best wine they had ever tasted.

One by one the little white lights along the Seine were coming on, and from the first-floor windows you could see the brightly lit bateaux-mouches passing through the arches of the Pont du Carrousel. The party moved on to a dish of game served with a more vigorous claret.

“Can you imagine,” asked de Gruse, as the claret was poured, “that there are people who actually serve wines they know nothing about?”

“Really?” said one of the guests, a German politician.

“Personally, before I uncork a bottle I like to know what’s in it.”

“But how? How can anyone be sure?”

“I like to hunt around the vineyards. Take this place I used to visit in Bordeaux. I got to know the winegrower there personally. That’s the way to know what you’re drinking.”

“A matter of pedigree, Charles,” said the other politician.

“This fellow,” continued de Gruse as though the Dutchman had not spoken, “always gave you the story behind his wines. One of them was the most extraordinary story I ever heard. We were tasting, in his winery, and we came to a cask that made him frown. He asked if I agreed with him that red Bordeaux was the best wine in the world. Of course, I agreed. Then he made the strangest statement.

“‘The wine in this cask,’ he said, and there were tears in his eyes, ‘is the best vintage in the world. But it started its life far from the country where it was grown.’”

De Gruse paused to check that his guests were being served.

“Well?” said the Dutchman.

De Gruse and his wife exchanged glances.

“Do tell them, mon chéri,” she said.

De Gruse leaned forwards, took another sip of wine, and dabbed his lips with the corner of his napkin. This is the story he told them.

At the age of twenty-one, Pierre – that was the name he gave the winegrower – had been sent by his father to spend some time with his uncle in Madagascar. Within two weeks he had fallen for a local girl called Faniry, or “Desire” in Malagasy. You could not blame him. At seventeen she was ravishing. In the Malagasy sunlight her skin was golden. Her black, waist-length hair, which hung straight beside her cheeks, framed large, fathomless eyes. It was a genuine coup de foudre, for both of them. Within five months they were married. Faniry had no family, but Pierre’s parents came out from France for the wedding, even though they did not strictly approve of it, and for three years the young couple lived very happily on the island of Madagascar. Then, one day, a telegram came from France. Pierre’s parents and his only brother had been killed in a car crash. Pierre took the next flight home to attend the funeral and manage the vineyard left by his father.

Faniry followed two weeks later. Pierre was grief-stricken, but with Faniry he settled down to running the vineyard. His family, and the lazy, idyllic days under a tropical sun, were gone forever. But he was very happily married, and he was very well-off. Perhaps, he reasoned, life in Bordeaux would not be so bad.

But he was wrong. It soon became obvious that Faniry was jealous. In Madagascar she had no match. In France she was jealous of everyone. Of the maids. Of the secretary. Even of the peasant girls who picked the grapes and giggled at her funny accent. She convinced herself that Pierre made love to each of them in turn.

She started with insinuations, simple, artless ones that Pierre hardly even recognized. Then she tried blunt accusation in the privacy of their bedroom. When he denied that, she resorted to violent, humiliating denouncements in the kitchens, the winery, the plantations. The angel that Pierre had married in Madagascar had become a termagant, blinded by jealousy. Nothing he did or said could help. Often, she would refuse to speak for a week or more, and when at last she spoke it would only be to scream yet more abuse or swear again her intention to leave him. By the third vine-harvest it was obvious to everyone that they loathed each other.

One Friday evening, Pierre was down in the winery, working on a new electric winepress. He was alone. The grape-pickers had left. Suddenly the door opened and Faniry entered, excessively made up. She walked straight up to Pierre, flung her arms around his neck, and pressed herself against him. Even above the fumes from the pressed grapes he could smell that she had been drinking.

“Darling,” she sighed, “what shall we do?”

He badly wanted her, but all the past insults and humiliating scenes welled up inside him. He pushed her away.

“But, darling, I’m going to have a baby.”

“Don’t be absurd. Go to bed! You’re drunk. And take that paint off. It makes you look like a tart.”

Faniry’s face blackened, and she threw herself at him with new accusations. He had never cared for her. He cared only about sex. He was obsessed with it. And with white women. But the women in France, the white women, they were the tarts, and he was welcome to them. She snatched a knife from the wall and lunged at him with it. She was in tears, but it took all his strength to keep the knife from his throat. Eventually he pushed her off, and she stumbled towards the winepress. Pierre stood, breathing heavily, as the screw of the press caught at her hair and dragged her in. She screamed, struggling to free herself. The screw bit slowly into her shoulder and she screamed again. Then she fainted, though whether from the pain or the fumes he was not sure. He looked away until a sickening sound told him it was over. Then he raised his arm and switched the current off.

The guests shuddered visibly and de Gruse paused in his story.

“Well, I won’t go into the details at table,” he said. “Pierre fed the rest of the body into the press and tidied up. Then he went up to the house, had a bath, ate a meal, and went to bed. The next day, he told everyone Faniry had finally left him and gone back to Madagascar. No-one was surprised.”

He paused again. His guests sat motionless, their eyes turned towards him.

“Of course,” he continued, “Sixty-five was a bad year for red Bordeaux. Except for Pierre’s. That was the extraordinary thing. It won award after award, and nobody could understand why.”

The general’s wife cleared her throat.

“But, surely,” she said, “you didn’t taste it?”

“No, I didn’t taste it, though Pierre did assure me his wife had lent the wine an incomparable aroma.”

“And you didn’t, er, buy any?” asked the general.

“How could I refuse? It isn’t every day that one finds such a pedigree.”

There was a long silence. The Dutchman shifted awkwardly in his seat, his glass poised midway between the table and his open lips. The other guests looked around uneasily at  each other. They did not understand.

“But look here, Gruse,” said the general at last, “you don’t mean to tell me we’re drinking this damned woman now, d’you?”

De Gruse gazed impassively at the Englishman.

“Heaven forbid, General,” he said slowly. “Everyone knows that the best vintage should always come first.”

 

Enjoy learning! Follow our twitter: @speak2success

Kultwit : Kata Akurat Dalam Kalimat

Preview: Pemilihan kata (diksi) seringkali menentukan keindahan bahasa yang digunakan. Well, dalam bahasa inggris, aturannya juga sama. Namun, permasalahannya seringkali terletak pada perbedaan penempatan kata sesuai maknanya. Keakuratan sebuah kata juga akan menentukan keakuratan makna kalimatnya. Oke ini dia 20 sampel keakuratan kata yang sudah menjadi kalimat. Semoga berguna:

1. Ada seorang gadis di taman (there is a girl in the park) #tanyamister

2. There are forty students in the classroom (Ada empat puluh siswa di dalam kelas) note: seringkali penulisan salah 40 = forty bukan fourty

3. Tini is in her room (Tini ada di dalam kamarnya) #tanyamister

4. I will be at home tonight (Saya akan ebrada di rumah nanti malam) #tanyamister

5. Rini stays at home all the time (Rini selalu ada di rumah) #tanyamister

6. Will you be here tomorrow? (Apakah anda akan berada di sini besok?) #tanyamister

7. You look unhappy. What’s wrong? (Anda terlihat sedih, ada apa?) #tanyamister

8. Bill is present in the meeting (Bill hadir dalam rapat. #tanyamister

9. Does life exist on the moon? (Adakah kehidupan di bulan?) #tanyamister

10. I believe in the existence of God (Saya percaya keberadaan Tuhan) #tanyamister

11. God created the world (Tuhan telah menciptakan dunia) #tanyamister

12. Mr. Don will make a speech about human right (Bapak Don akan berceramah tentang Hak Azasi manusia) #tanyamister

13. The two minister will exchange views (Kedua menteri itu akan bertukan fikiran) #tanyamister

14. I have had several talks with the headmaster about my son (Saya telah berbicara dengan kepala sekolah tentang putra saya) #tanyamister

15. The two countries have made an agreement (Kedua negara itu telah mengadakan persetujuan) #tanyamister

16. I will travel to Honduras (Saya akan mengadakan perjalanan ke Honduras) #tanyamister

17. I will take the machine on trial (Saya akan mengujicoba mesin ini) #tanyamister

18. I hope there will be a change in the weather (Saya harap akan ada perubahan cuaca) #tanyamister

19. They are demonstrating against the rising cost of living (Mereka berdemonstrasi menentang kenaikan harga) #tanyamister

20. The university will give an entry test (Universitas itu kan mengadakan tes masuk) #tanyamister

Follow our twitter: @speak2success
Semoga bermanfaat…free to share….